Kenali Bahaya Makan Mie Instan yang Terlalu Sering

  • Whatsapp
Bahayan Makan Mie Instan Terlalu Sering

text-align-justify">Mie Instan merupakan makanan siap saji yang banyak di gandrungi oleh masyarakat, tanpa disadari makan mie instan terlalu sering akan membuat bahaya pada kondisi kesehatan kita sendiri.

text-align-justify">Selain cara pembuatannya yang instan, mie juga memiliki cita rasa yang enak dan murah, namun dampak negatif dari makan mie instant terlalu sering yang di berikan ke tubuh sangatlah besar, karena mie instan pada dasarnya memiliki bahan dasar kimia yang tidak baik untuk kesehatan kita.

Bacaan Lainnya

text-align-justify">Sebelum merambah ke apa bahaya dari mie instan itu sendiri, mari kita simak apa sajakan kandungan yang terdapat pada mie instan, sebagai berikut:

Kandungan Kimia Mie Instan

text-align-justify">Kandungan kimia dalam mie instan memang sedikit berbeda dari setiap produk, bahan kimia yang di sebutkan dibawah memang bukan berarti semua produk menggunakannya, namun kandungan umum yang sering di temui dalam beberapa mie instan seperi berikut:

  • Monosodium Glutamate (MSG)
  • 860 mg natrium/sodium (Sodium Tri Poly Phosphat)
  • nipagin (serta benzoat)
  • CMC (Carboxymethyl Cellulose)
  • Soda Kie
  • Kalsium propinat
  • formalin dan boraks (beberapa produk)
  • propylene glycol (PG)
  • tertiary butylhydroquinone (TBHQ)

text-align-justify">Memang kita harus sangat berhati-hati dalam memilih mie instan jika memang itu satu-satunya makanan yang bisa kita makan, disamping dampak yang tidak bagus, kita harus selalu memperhatikan komposisi dalam setiap kemasan.

Bahaya Makan Mie Instan Terlalu Sering

1. Memicu Terjadinya Kanker

text-align-justify">Bahaya mie instan pertama yaitu dapat mengganggu kadar gula darah dan pelepasan insulin jika dicerna terlalu cepat. Sementara TBHQ, BHA, MSG dan bahan pengawet yang terlalu banyak pada mie instan berefek menyebabkan kanker.

text-align-justify">Sebaiknya kalian juga hindari memakan mie instan yang berwadah dari styrofoam, karena dengan adanya aneka ragam zat kimia dan bahan tambahan berbahaya lainnya yang akan menambah bahaya yang di timbulkan. 

2. Merusak Organ Dalam

text-align-justify">Seperti yang di sebutkan diatas, Mie instan mengandung propylene glycol (PG). Zat ini digunakan untuk membantu mempertahankan bentuk dan tekstur mie agar tidak mudah kering. PG mudah sekali diserap oleh tubuh dan jika menumpuk di ginjal, hati, maupun saluran pencernaan akan membahayakan kesehatan organ serta menurunkan daya tahan tubuh.

text-align-justify">Selain kandungan PG, dalam mie instan terdapat juga tertiary butylhydroquinone (TBHQ). Penggunaan TBHQ pada mie instan berguna sebagai pengawet agar tahan lama dan tidak mudah busuk.

text-align-justify">Sebenarnya penggunaan TBHQ dalam dosis kecil masih aman digunakan. Namun jika tubuh terpapar terus-menerus dalam jangka waktu lama tidak dapat di pungkiri akan terjadi gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan itu meliputi gangguan penglihatan, kerusakan pada liver, hingga meningkatnya risiko terkena limfoma.

3. Sangat Beresiko Terhadap Ibu Hamil

text-align-justify">Sebaiknya untuk yang sedang hamil agar tidak mengonsumsi mie instan. Pasalnya mie instan dapat berdampak sangat tidak baik terhadap janin, maka dari itu hindari mengkonsumsi mie instan khususnya pada ibu hamil.

text-align-justify">Kenapa bahaya bagi janin? karena kandungan bumbu dan pengawet pada mie instan dapat memengaruhi perkembangan janin. Selain itu sel-sel tubuh pada janin masih belum utuh, jadi lebih mudah terpengaruh terhadap rangsangan zat kimia yang masuk ke dalam tubuhnya.

4. Gangguan Pada Bagian Pencernaan

text-align-justify">Mie instan juga dapat mengganggu pencernaan kita. Pasalnya mie instan tidak mudah diuraikan di dalam saluran pencernaan dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencernanya dibandingkan sumber karbohidrat lainnya. Akibatnya, konstipasi (susah BAB) bisa terjadi.  Selain itu, adanya kandungan MSG pada mie instan juga menyebabkan keluhan mual dan muntah pada sebagian orang. 

5. Resiko Obesitas

text-align-justify">Sudah menjadi rahasia umum jika terlalu banyak memakan mie instan bisa menaikkan berat bedan dan resiko yang paling parah adalah mengalami obesitas.

text-align-justify">Memang pada saat mengkonsumsi mie instan, pasti kalian akan langsung merasa kenyang, namun tidak lama kemudian, kalian akan merasa lapar kembali. Akhirnya kalian otomatis akan makan lagi dan apabila kebiasaan ini terus berulang, bukan tidak mungkin berat badanmu akan naik dan membengkak.

text-align-justify">Mie instan memiliki kalori dan karbohidrat yang tinggi. Oleh karenanya disarankan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan apalagi sampai menyandingkannya dengan nasi, tentu saja kebiasaan tidak sehat ini akan membuat kelebihan kalori dan karbohidrat sehingga dapat memicu obesitas.

6. Mengalami Sakit pada Kepala

text-align-justify">Sama halnya dengan makanan yang diawetkan lainnya, mie instan juga menggunakan MSG (monosodium glutamate) sebagai penguat rasa. Pada beberapa orang yang sensitif terhadap zat ini akan mudah mengalami sakit kepala, meskipun dosis yang digunakan masih dalam batas normal. 

7. Mengganggu Jadwal Halangan Pada Perempuan

Bahayan Makan Mie Instan Terlalu Sering

text-align-justify">bahaya kesehatan lainnya akibat mengonsumsi mie secara berlebihan adalah dapat mengganggu jadwal halangan perempuan. Hal ini karena sodium yang terkanding pada mie instan mengganggu hormon, sehingga menyebabkan jadwal bulanan perempuan menjadi terganggu atau tidak teratur.

text-align-justify">Selain mengganggu jadwal halangan, juga bisa mengakibatkan munculnya jerawat di wajah karena hormon menjadi tidak seimbang. Maka dari itu, hindari mengonsumsi mie secara berlebihan.

8. Resiko Darah Tinggi (Hipertensi)

text-align-justify">Sadar atau tidak kandungan yang mampu dirasakan secara nyata adalah natrium yang bersifat “asin”. Bumbu pada mie instan mengandung kadar natrium yang tinggi. Natrium itu sendiri merupakan suatu zat yang menyebabkan tekanan darah meningkat. Jadi, jika kalian mengonsumsi mi instan terlalu sering, risiko hipertensi juga semakin tinggi.

Tips Jika Terpaksa Mengkonsumsi Mie Instan

1. Menambahkan Menu Lain, Tapi…

Disaat kalian memang benar benar terpaksa mengkonsumi mie instan, usahakan menambah menu lain, akan tetapi tidak juga sembarangan dalam menambahkan menu makanan yang berdampingan dengan mie instan ini, hindari menambahkannya dengan Nasi.

Kenapa tidak dianjurkan menambah dengan nasi? Pada dasarnya mie sudah mengandung tinggi karbohidrat, dan jika kalian tambah lagi dengan nasi yang memiliki kandungan karbohidrat yang sama tinggi, maka akan terlalu banyak kandungan karbohidrat yang dikonsumsi.

Tambahkan menu seperti sayuran, telur dan makanan yang mengandung rendah karbo agar memiliki variasi dan kandungan vitamin lainnya.

2. Jangan Tuangkan Semua Bumbu

text-align-justify">Kandungan MSG yang ada di bumbu penyebab mie instan. Padahal ternyata anggapan ini tidak benar. Dilansir dari hellosehat.com, Food Drug Administration (FDA), lembaga kesehatan resmi di Amerika, menyatakan MSG sebagai bahan makanan yang aman digunakan. Keputusan FDA ini juga disepakati oleh World Health Organization (WHO), Food and Agriculture Organization (FAO), dan Kementerian Kesehatan RI.

3. Buanglah Air Bekas Rebusan

text-align-justify">Dianjurkan untuk membuang bekas air rebusan untuk memasak mie instan, entah itu mie goreng ataupun mie rebus, dilihat secara kasat mata saja, air rebusan bekas mie akan berwarna kekuningan, itu merupakan zat zat sisa kandungan yang terkandung dalam mie tersebut. Jika memasak mie rebus sediakan 2 air rebusan yang satu untuk merebus mie dan yang satu sebagai kuah mie tersebut.

4. Janganlah Terlalu Sering

text-align-justify">Satu kemasan mie instan yang disajikan mengandung 400 Kkal atau sekitar 20 persen dari total kebutuhan energi harian. Itulah mengapa makan mie instan secara berlebihan bisa mengakibatkan obesitas.

text-align-justify">Ini karena secara nutrisi, tubuh akan mudah merasa lapar akibat kebutuhan mikronutrisinya tidak terpenuhi. Ini yang membuat munculnya keinginan ‘mau makan lagi’ untuk memenuhi kebutuhan mikronutrisi tersebut. Menurut ahli gizi, Leona Victoria Djajadi, konsumsi mie instan maksimal 4 kali dalam sebulan atau 1 kali seminggu.

Kesimpulan

text-align-justify">Mie Instan tidak juga berdampak bahaya secara instan, namun jangka panjang. Konsumsi Mie Instan secukupnya dan jangan terlalu banyak agar tidak begitu mempengaruhi kesehatan. Perlu di catat tidak semua mie instan memiliki kandungan yang sama, inovasi teknologi berkembang sangatlah pesat termasuk teknologi pangan, jadilah konsumen yang smart dengan selalu membaca dan mencari tahu. Semoga bermanfaat Terimakasih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *