SANEPO – Wacana mengenai perangkat tablet yang mampu menggantikan fungsi laptop telah menjadi perdebatan hangat di kalangan pekerja dan profesional sejak awal kemunculannya.
Dengan bentuk yang lebih ringkas dan mobilitas tinggi, sejumlah produsen besar kemudian merespons pasar dengan merilis tablet fungsi laptop yang memiliki kapabilitas komputasi serius.
Pada tahun 2016, empat perangkat dari raksasa teknologi seperti Samsung, Apple, dan Microsoft mendominasi kategori ini. Perangkat-perangkat ini didesain untuk menjembatani kesenjangan antara perangkat hiburan dan mesin produktivitas.
Walaupun tablet belum sepenuhnya menggeser laptop, inovasi pada desain dan spesifikasi teknis membuktikan bahwa perangkat hibrida ini memiliki tempat yang krusial di pasar.
Lantas, bagaimana perbandingan detail dan fitur utama dari empat tablet tersebut?
Upaya untuk menciptakan sebuah perangkat yang menggabungkan kemudahan tablet dengan kekuatan laptop telah mendorong persaingan inovasi yang ketat.
Pada periode tersebut, beberapa pabrikan sukses menghasilkan produk yang benar-benar menawarkan fungsionalitas ganda.
Keempat perangkat ini dinilai mewakili terobosan yang signifikan dalam evolusi komputasi portabel, sebagaimana dihimpun dari analisis media teknologi terkemuka.
Analisis 4 Tablet yang Berfungsi Seperti Laptop di Era 2016
1. Samsung Galaxy Tab Pro S: Laptop Windows 10 Tanpa Kipas
Samsung Galaxy Tab Pro S dirilis sebagai salah satu upaya serius Samsung untuk memasuki pasar 2-in-1 yang didominasi Windows.
Tablet ini dibanderol dengan harga rilis US$ 899 atau sekitar Rp11 juta, menjadikannya pesaing langsung di segmen premium.
Spesifikasi dan Kapabilitas:
Galaxy Tab Pro S hadir dengan spesifikasi yang terbilang mumpuni untuk kebutuhan produktivitas harian, didukung prosesor Intel Core M3, RAM 4 GB, dan kapasitas penyimpanan 128 GB.
Kombinasi ini memungkinkannya menjalankan sistem operasi Windows 10 penuh, yang secara esensial menyulap perangkat ini menjadi sebuah laptop Windows yang ringkas.
Keunggulan utamanya adalah desain tanpa kipas (fanless), yang memastikan pengoperasian yang hening dan sangat portabel.
Kekurangan dan Tantangan:
Kendati memiliki spesifikasi yang menjanjikan, perangkat ini memiliki kelemahan yang kerap disoroti pengguna, yaitu ketiadaan stylus (pena digital) dalam paket penjualan dan desain keyboard cover yang dinilai terlalu dekat dengan layar sentuh, yang dapat mengurangi kenyamanan mengetik dalam jangka waktu lama, seperti yang dilaporkan oleh CNET kala itu.
2. iPad Pro 9,7 Inci: Fokus pada Kreativitas Visual
Apple menghadirkan iPad Pro versi 9,7 inci sebagai respons terhadap permintaan pasar akan perangkat yang lebih portabel dari model pertamanya. Kehadiran perangkat ini fokus pada kapabilitas visual dan desain.
Inovasi Layar dan Aksesori:
Salah satu fitur unggulan yang menjadi pembeda adalah layar adaptif True Tone. Fitur ini memungkinkan layar untuk menyesuaikan suhu warna dan intensitasnya berdasarkan cahaya sekitar, memberikan pengalaman visual yang lebih alami.
Untuk mendukung fungsi layaknya laptop, Apple membekali perangkat ini dengan Smart Keyboard dan Apple Pencil.
Apple Pencil sangat dihargai oleh para desainer dan ilustrator karena akurasinya dalam menggambar dan mengedit gambar, terutama saat menggunakan aplikasi seperti Adobe Photoshop.
Keterbatasan Sistem Operasi:
Namun, kendala utama yang dihadapi iPad Pro 9,7 inci adalah keterbatasannya dalam menjalankan sistem operasi iOS (saat itu).
Beberapa analis berpendapat bahwa jika Apple benar-benar ingin menempatkannya sebagai perangkat tablet fungsi laptop yang setara, penggunaan OS X (yang kini dikenal sebagai macOS) akan lebih ideal untuk mendukung aplikasi desktop yang lebih lengkap dan fitur multitasking yang lebih mendalam, seperti yang diulas oleh The Verge.
3. iPad Pro 12,9 Inci: Pengalaman Mengetik yang Lebih Baik
Tablet iPad Pro versi 12,9 inci menawarkan pengalaman yang hampir sama dengan saudaranya yang lebih kecil, namun dengan keunggulan signifikan pada ukuran layar.
Keunggulan Layar Besar:
Layar yang lebih luas (12,9 inci) memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna yang terbiasa bekerja dengan display besar.
Selain ruang kerja yang lebih luas, Smart Keyboard untuk model ini juga terasa lebih nyaman digunakan karena jarak antar tombol yang lebih ideal, meniru pengalaman mengetik pada laptop tradisional.
Ukuran ini sangat mendukung pengguna profesional yang melakukan aktivitas multitasking atau membutuhkan kanvas luas untuk pekerjaan visual.
Tantangan yang Sama:
Meskipun demikian, perangkat ini tetap menghadapi tantangan serupa dengan versi 9,7 inci, yaitu sistem operasi iOS yang, pada saat itu, belum sepenuhnya optimal untuk menggantikan lingkungan kerja desktop yang biasa ditemukan pada laptop.
Selain itu, versi 12,9 inci belum dilengkapi fitur True Tone, menjadikannya sedikit tertinggal dalam inovasi tampilan dibandingkan model yang lebih kecil.
4. Microsoft Surface Pro 4: Pelopor Tablet Hybrid Sejati
Microsoft Surface Pro 4 diakui sebagai salah satu pelopor utama dalam kategori perangkat tablet berfungsi seperti laptop.
Dengan desain yang fleksibel dan kemampuan menjalankan Windows 10 penuh, Surface Pro 4 menjadi benchmark bagi banyak produsen lainnya.
Spesifikasi Sangat Fleksibel:
Surface Pro 4 menawarkan fleksibilitas spesifikasi yang luas, mulai dari prosesor Intel Core M hingga Intel Core i7, RAM 4 GB hingga 16 GB, serta pilihan penyimpanan internal 128 GB hingga 1 TB.
Rentang ini memungkinkan perangkat menjangkau berbagai segmen pengguna, dari pengguna kasual hingga profesional tingkat lanjut.
Dilengkapi dengan Surface Pen, perangkat ini memungkinkan pengguna untuk berkreasi dan bernavigasi dengan presisi.
Kemampuan menjalankan aplikasi Windows standar, termasuk Adobe Photoshop dan Lightroom versi penuh, menjadikannya perangkat tablet fungsi laptop yang paling mendekati pengalaman desktop pada masanya.
Isu Harga dan Aksesori:
Meskipun unggul dalam performa dan sistem operasi, salah satu keluhan utama dari Surface Pro 4 adalah harganya yang tergolong mahal.
Versi paling murah dibanderol US$899 atau sekitar Rp11 juta, namun Microsoft belum menyertakan *Type Cover* (keyboard fisik) dalam paket penjualan dasarnya.
Pengguna harus merogoh kocek tambahan sekitar US$129 atau sekitar Rp1,6 juta untuk mendapatkan aksesori penting ini, sebuah keputusan yang sering dikritik karena mengurangi nilai total paket perangkat tersebut.
Penutup
Keempat perangkat ini menjadi bukti bahwa inovasi dalam perangkat tablet fungsi laptop terus berkembang pesat.
Meskipun masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan, baik dari sisi desain, performa, maupun ekosistem perangkat lunak, produk-produk ini telah membuka jalan bagi pengembangan perangkat 2-in-1 yang semakin canggih di tahun-tahun berikutnya.
Mereka memberikan pilihan substansial bagi konsumen yang mencari keseimbangan antara portabilitas maksimal dan kapabilitas produktivitas yang mumpuni.
***






