SANEPO – Antologi anime Tatsuki Fujimoto 17-26 resmi tayang dan menuai sorotan tajam dari kritikus internasional.
Serial yang kini tersedia di Prime Video ini disebut sebagai pandangan “liar yang menggembirakan” ke dalam pikiran muda TatsTatsuki Fujimotoeator legendaris di balik Chainsaw Man dan Look Back.
Bagi penggemar yang mencari ulasan dan link nonton Tatsuki Fujimoto 17-26, antologi ini menyajikan delapan cerita pendek dari era pra-fandomnya, yang diadaptasi oleh gabungan enam studio animasi.
Di tengah industri anime yang didominasi oleh serial panjang dan adaptasi film blockbuster, format antologi telah menjadi langka.
Proyek seperti Robot Carnival atau Memories yang dulu meluncurkan sutradara visioner kini terasa seperti peninggalan masa lalu.
Namun, platform Prime Video baru saja merilis Tatsuki Fujimoto 17-26, sebuah proyek yang dinilai menghidupkan kembali format tersebut dengan cara yang unik.
Alih-alih menyatukan berbagai sutradara, antologi ini memfokuskan lensanya pada satu kreator tunggal yang paling tak terduga di industri manga saat ini: Tatsuki Fujimoto.
Pada tahun 2025, nama Fujimoto berada di puncak popularitas. Dalam dua tahun terakhir, ia telah menyaksikan manga one-shot miliknya, Look Back, diadaptasi menjadi film layar lebar yang menuai pujian kritis, serta Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc yang meledak di box office.
Kini, Tatsuki Fujimoto 17-26 memutar balik waktu, mengadaptasi delapan cerita pendek yang ditulis Fujimoto antara usia 17 hingga 26 tahun, jauh sebelum ia dikenal melalui Fire Punch atau Chainsaw Man.
Menelusuri Jejak Awal ‘Jenius Gila’
Menurut ulasan mendalam dari jurnalis Isaiah Colbert di Gizmodo, Tatsuki Fujimoto 17-26 bukanlah sekadar kumpulan karya yang seragam.
Sebaliknya, antologi ini digambarkan sebagai “palet pelukis yang dibiarkan terbuka,” memperlihatkan “kekacauan awal, kelembutan, dan ambisi liar” dari seorang auteur.
Ulasan tersebut menyoroti bagaimana Fujimoto, bahkan di usia muda, sudah menunjukkan imajinasi liar yang berusaha mendobrak pakem atau trope cerita. Ia mengubahnya menjadi parodi yang dilebih-lebihkan atau membaliknya secara subversif.
Antologi ini menyajikan delapan cerita dengan rentang genre dan gaya visual yang sangat beragam, di antaranya:
- Sasaki Stopped a Bullet: Menampilkan penderitaan masa remaja.
- Love Is Blind: Mengubah komedi romantis menjadi absurditas kosmik.
- Shikaku: Menyelami psikis bengkok seorang pembunuh yang sedang jatuh cinta.
- Mermaid Rhapsody: Menawarkan romansa bawah air yang lembut.
- Woke-Up-as-a-Girl-Syndrome: Menjelajahi identitas di luar batas gender.
- Nayuta of the Prophecy: Kisah saudara kandung yang terperangkap takdir kejam.
- Sisters: Menangkap gesekan dan pertumbuhan antara saudara kandung yang juga rival artistik.
Gizmodo mencatat bahwa beberapa cerita, seperti Sisters dan Nayuta of the Prophecy, terasa seperti draf awal dari karya-karyanya yang lebih matang. Sisters dinilai sebagai pendahulu emosional untuk Look Back, sementara Nayuta memiliki benang merah yang terasa terhubung dengan Chainsaw Man Part 2.
Panggung bagi Studio Pendatang Baru
Salah satu keindahan dari Tatsuki Fujimoto 17-26 yang digarisbawahi oleh ulasan tersebut adalah bagaimana antologi ini mengangkat nama studio-studio di baliknya. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi dari P.A. Works, Zexcs, Lapin Track, Studio Kafka, 100studio, dan Studio Graph77.
Banyak dari studio ini mungkin “hampir tidak dikenal” bahkan oleh penggemar anime kawakan sekalipun. Namun, Gizmodo menyebut mereka kini menjadi “nama yang patut ditonton.” Setiap studio, beberapa di bawah arahan sutradara ternama seperti Tetsuaki Watanabe (Blue Lock) dan Noboyuki Takeuchi (Fireworks), dinilai mencurahkan kreativitas penuh mereka ke dalam setiap bingkai.
Visualnya digambarkan sangat kaya: “Matahari terbenam terasa seperti beludru yang mewah. Penggambaran penderitaan memiliki tekstur amplas yang kasar. Aksi berkilau seperti kembang api yang dilihat sekilas.”
Pada akhirnya, ulasan tersebut menyimpulkan bahwa Tatsuki Fujimoto 17-26 bukanlah materi untuk think piece yang rumit. Sebaliknya, ini adalah “keceriaan murni animasi” (pure, animated joy). Ini adalah jenis anime yang mengajak penonton untuk “bermain” dan menikmati absurditas yang disajikan.
Bagi penggemar yang ingin menyaksikan sisi lain dari kreator Chainsaw Man dan melihat bagaimana imajinasi liarnya terbentuk, link nonton Tatsuki Fujimoto 17-26 kini tersedia secara eksklusif di layanan streaming Prime Video.
***






