Link Nonton Film Soekarno di VISION+: Sinopsis Lengkap Biopik Epik Perjuangan Sang Proklamator

Avatar photo
Link Nonton Film Soekarno
Link Nonton Film Soekarno

SANEPO – Mengenang kembali api perjuangan kemerdekaan Indonesia kini dapat dilakukan melalui karya sinematik.

Film biografi “So(2013) yang monumental kini telah tersedia di platform streaming digital. Bagi pemirsa yang mencari Film Soekarno, besutan sutradara Hanung Bramantyo ini dapat disaksikan secara legal melalui layanan VISION+.

Film ini mengisahkan perjalanan hidup Ir. Soekarno, dari masa muda yang rapuh hingga menjadi orator ulung yang memproklamasikan kemerdekaan bangsa.

Karya biopik ini kembali hadir menawarkan tontonan kaya sejarah bagi generasi baru. Dilansir dari Sindo News (11/11/2025), kehadiran film “Soekarno” di VISION+ memberikan kesempatan bagi penonton untuk menyelami kembali kisah inspiratif sang proklamator, yang diperankan secara totalitas oleh aktor Ario Bayu.

Film ini tidak hanya berfokus pada momen-momen heroik, tetapi juga menggali sisi manusiawi dan gejolak batin yang membentuk Soekarno menjadi sosok pemimpin besar.

Sinopsis Mendalam: Dari Koesno Menuju Podium Kemerdekaan

Film “Soekarno” menelusuri perjalanan hidup sang proklamator sejak titik paling awal. Seperti dicatat dalam berbagai ulasan, termasuk dari Tirto.id, film ini dibuka dengan masa kecil Soekarno yang memiliki nama lahir Koesno.

Karena sering sakit-sakitan, namanya kemudian diganti menjadi Soekarno, merujuk pada tokoh ksatria pewayangan, Adipati Karno.

Cerita berlanjut saat Soekarno muda (Ario Bayu) mulai menemukan api idealismenya. Ia tumbuh menjadi pemuda cerdas yang vokal di bawah didikan H.O.S. Cokroaminoto.

Pada usia 24 tahun, Soekarno telah mengguncang podium dengan pidatonya yang berapi-api, menyerukan “Kita Harus Merdeka Sekarang!”.

Keberaniannya ini membawanya langsung berhadapan dengan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Soekarno ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

Namun, di dalam bui, ia justru melahirkan pledoi legendaris “Indonesia Menggugat” yang semakin membakar semangat perlawanan.

Setelah masa tahanan, perjuangannya tidak berhenti. Film ini mencatat periode krusial saat Soekarno diasingkan ke Ende, Flores, lalu dipindahkan ke Bengkulu. Di masa-masa inilah sisi personal dan politiknya diuji dengan berat.

Dualisme Fokus: Politik Kemerdekaan dan Kisah Humanis

Sutradara Hanung Bramantyo tidak hanya menyajikan film ini sebagai dokumentasi sejarah yang kaku. Dengan durasi 137 menit, seperti dicatat Kompas.com, film ini membagi fokusnya pada dua pilar utama: perjuangan politik dan drama personal.

Dari sisi politik, “Soekarno” menyoroti dinamika krusial menjelang kemerdekaan. Terutama saat Jepang masuk menggantikan Belanda.

Film ini menggambarkan perbedaan pandangan tajam antara Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir.

Soekarno melihat peluang memanfaatkan Jepang untuk meraih kemerdekaan (kolaborator), sementara Sjahrir menentang keras langkah tersebut.

Di sisi lain, film ini menyoroti sisi humanis Soekarno melalui hubungannya dengan dua perempuan penting dalam hidupnya. Penonton diajak melihat pengorbanan Inggit Garnasih, istri yang setia menemaninya dalam masa-masa sulit di pembuangan.

Namun, di Bengkulu pula, Soekarno bertemu dengan Fatmawati, seorang gadis muda yang kemudian menjadi istrinya dan penjahit bendera pusaka.

Melalui hubungan ini, penonton dapat melihat sisi manusiawi Soekarno, bahwa di balik figur pemimpin yang agung, ada hati yang juga bergetar oleh cinta dan pengorbanan personal.

Konteks Saat Perilisan: Sempat Tuai Kontroversi

Sebagai sebuah karya jurnalistik yang berimbang, perlu dicatat bahwa saat perilisannya pada 2013, film “Soekarno” tidak luput dari kontroversi.

Dilansir dari arsip CNN Indonesia, salah satu kritik datang dari putri Soekarno, Rachmawati Soekarno Puteri.

Kritik tersebut berpusat pada pemilihan Ario Bayu sebagai pemeran utama. Pihak Rachmawati saat itu merasa Ario Bayu kurang pas dan lebih merekomendasikan aktor lain untuk memerankan ayahnya.

Kontroversi ini menambah catatan sejarah dari film itu sendiri, menunjukkan betapa kompleksnya menginterpretasikan sosok sebesar Soekarno ke dalam layar lebar.

Kini, penonton dapat menilai sendiri interpretasi Hanung Bramantyo dan Ario Bayu. Bagi yang ingin menyaksikan kisah lengkap perjuangan, cinta, dan gejolak politik Sang Proklamator, link nonton film Soekarno telah tersedia di VISION+.

Layanan ini dapat diakses dengan berlangganan paket premium mulai dari Rp20.000,-.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *