Matematika sering dianggap pelajaran yang menakutkan, padahal cara mengajarnya bisa dibuat jauh lebih menyenangkan. Telkomsel menghadirkan Sacred Octagon, platform gim edukasi berbasis AI yang memadukan misi dan tantangan permainan dengan pembelajaran matematika, memakai metode GASING — singkatan dari Gampang, Asik, Menyenangkan — yang dikembangkan Prof. Yohanes Surya bersama INA AI (PT Teknologi Cerdas Berdaulat Indonesia).
Apa itu Sacred Octagon?
Sacred Octagon adalah platform pembelajaran matematika berbasis permainan yang dipersonalisasi AI. Siswa menjalani misi dan tantangan, sementara sistem menyesuaikan materi dengan kemampuan masing-masing anak. Pendekatan ini membalik urutan belajar yang biasa: anak bermain dulu, memahami konsep lewat pengalaman, lalu menguatkan lewat latihan yang terasa seperti permainan, bukan seperti ujian.
Platform ini dipamerkan Telkomsel sebagai bagian dari jajaran solusi AI-nya pada Bali Tech Week 2026, dan dikembangkan untuk menjawab masalah klasik pendidikan matematika: banyak anak hafal rumus, tetapi tidak memahami konsepnya.
Metode GASING: Gampang, Asik, Menyenangkan
Metode GASING dikembangkan Prof. Yohanes Surya dengan prinsip bahwa matematika harus bisa dipahami lewat cara yang konkret dan menyenangkan, bukan lewat hafalan yang membebani. Dalam praktiknya, GASING menekankan pemahaman konsep lewat contoh nyata dan langkah-langkah sederhana sebelum masuk ke soal yang lebih abstrak. Sacred Octagon menerjemahkan metode ini ke dalam format gim, sehingga latihan berulang — kunci penguasaan matematika — terasa seperti bermain.
Sebuah catatan Kemendagri pada 2023 menyebut metode GASING dapat mendongkrak numerasi siswa kelas 4–6 dalam waktu relatif singkat. Catatan itu dikutip di sini secara apa adanya sebagai gambaran umum, bukan sebagai hasil penelitian independen, dan artikel ini sengaja tidak mencantumkan angka skor apa pun karena tidak ditemukan sumber yang memverifikasinya.
Paket bundel lewat MyTelkomsel
Sacred Octagon dapat diakses lewat bundel di aplikasi MyTelkomsel, yang tersedia sejak 13 Februari 2026. Paketnya berjenjang: 3 hari All Zone Pass plus kuota 100 MB seharga Rp12.500; 10 hari plus 300 MB seharga Rp25.000; 30 hari plus 1 GB seharga Rp50.000; dan 365 hari plus 12 GB seharga Rp500.000. Harga-harga ini dikutip dari informasi bundel yang beredar dan sebaiknya dikonfirmasi ulang di MyTelkomsel sebelum membeli, karena paket dapat berubah sewaktu-waktu.
Jejak di daerah: Bali dan Sulawesi Utara
Pendekatan ini tidak hanya berhenti di pameran. Pada 14 Agustus 2026, Telkomsel berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali, Gasing Academy, dan Kuncie dalam ekosistem AI for Education: guru dilatih lebih dulu lewat Gasing Academy, sementara siswa belajar lewat Sacred Octagon. Di Sulawesi Utara, program serupa berjalan pada 5–22 Agustus 2026 untuk 216 guru SD dan SMP di BPMP Pineleng, Minahasa. Pola ini menegaskan satu hal: teknologi pendidikan hanya bekerja bila gurunya juga disiapkan.
Yang perlu dicatat orang tua dan guru
Pertama, gim edukasi adalah pelengkap, bukan pengganti guru dan interaksi kelas. Kedua, perhatikan kebutuhan perangkat dan kuota, terutama untuk pemakaian jangka panjang di luar bundel. Ketiga, hasil belajar setiap anak berbeda; klaim hasil dari satu pelatihan tidak boleh dibaca sebagai jaminan untuk semua anak. Yang paling penting adalah konsistensi: latihan singkat yang rutin jauh lebih efektif daripada sesi panjang yang jarang.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apakah Sacred Octagon hanya untuk anak SD?
Platform ini berakar pada pembelajaran matematika dasar dengan metode GASING, dan program daerahnya menyasar guru SD dan SMP. Kecocokan untuk jenjang tertentu sebaiknya dicek di deskripsi produknya.
Apakah harus pelanggan Telkomsel?
Bundelnya dijual lewat MyTelkomsel, sehingga pembelian paket memang lewat aplikasi tersebut. Ketersediaan di luar bundel tersebut perlu dicek ke kanal resmi Telkomsel.
Apakah gim bisa menggantikan les?
Gim membantu latihan dan pemahaman konsep, tetapi pendampingan guru dan orang tua tetap penting, terutama untuk anak yang tertinggal jauh.
Gambar unggulan: siswa belajar di kelas dengan guru mendampingi dan laptop di meja, oleh Mikhail Nilov (Pexels, ilustrasi umum — bukan foto produk atau dokumentasi resmi Sacred Octagon).











