SANEPO – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah resmi membuka pendaftaran bagi penyelenggara telekomunikasi untuk program pemerataan layanan internet kabel berkecepatan minimal 100 Mbps.
Namun, di tengah langkah maju ini, dua operator besar yakni XL Axiata dan Smartfren memastikan mundur dari proyek strategis nasional tersebut karena alasan fokus bisnis.
Alasan Utama XL dan Smartfren Mundur
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kominfo, Wayan Toni Supriyanto, mengonfirmasi bahwa kedua perusahaan telah menyatakan tidak akan berpartisipasi.
Menurutnya, keputusan ini didasari oleh model bisnis inti XL Axiata dan Smartfren yang lebih berfokus pada layanan seluler (mobile broadband), bukan internet kabel (fixed broadband).
“XL dan Smartfren mundur karena mereka pemain di mobile [seluler]. Jadi, mereka lebih fokus ke sana,” ujar Wayan Toni Supriyanto, seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Senin (29/9/2025).
Wayan menjelaskan bahwa untuk masuk ke sektor fixed broadband, kedua operator tersebut memerlukan investasi yang sangat besar untuk membangun infrastruktur jaringan fiber optik dari awal.
Hal ini dinilai tidak sejalan dengan strategi bisnis mereka saat ini, yang telah kuat di pasar layanan data seluler.
Baca Juga : 6 Cara Memperbaiki Jaringan Internet di Android dengan Mudah
Nasib Program Internet 100 Mbps Kominfo
Meskipun dua pemain besar menarik diri, Kominfo memastikan program internet 100 Mbps Kominfo akan terus berjalan.
Pemerintah menegaskan perannya sebagai fasilitator regulasi dan tidak akan memberikan subsidi finansial, karena program ini dirancang dengan skema business-to-business (B2B).
“Kami sudah membuka pendaftaran dan menunggu proposal dari para penyelenggara yang berminat,” tambah Wayan.
Kini, harapan tertumpu pada pemain fixed broadband yang sudah mapan seperti Telkom Indonesia dan Indosat Ooredoo Hutchison untuk mengambil peran utama dalam program ini.
Inisiatif internet 100 Mbps Kominfo ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta pemerataan akses internet berkecepatan tinggi di seluruh wilayah Indonesia, menjawab kebutuhan digital masyarakat yang terus meningkat.
***












