SANEPO – Raksasa teknologi Apple dilaporkan tengah menjalin negosiasi tingkat lanjut untuk mengintegrasikan model kecerdasan buatan (AI) generatif GoGoogleGemini, ke dalam asisten virtual andalannya, Siri.
Jika kesepakatan ini terwujud, skenario Siri pakai Gemini akan menjadi salah satu kolaborasi paling signifikan dalam sejarah teknologi modern dan menandai perombakan besar-besaran untuk fitur AI di iOS 19 yang akan datang.
Kabar mengenai potensi kemitraan strategis antara dua rival abadi ini pertama kali dihembuskan oleh jurnalis teknologi terkemuka dari Bloomberg, Mark Gurman, dan dilansir oleh TechCrunch pada Rabu (3/9/2025).
Menurut laporan tersebut, Apple sedang dalam pembicaraan aktif untuk melisensikan model AI Gemini dari Google guna memberdayakan fitur-fitur AI generatif yang lebih kompleks di dalam ekosistemnya.
Langkah ini mengindikasikan strategi hibrida yang akan diterapkan Apple. Sementara perusahaan asal Cupertino itu terus mengembangkan model AI internalnya—yang dikenal dengan proyek “Greymatter”—untuk tugas-tugas yang dapat diproses langsung di perangkat (on-device) demi menjaga privasi, mereka tampaknya membutuhkan kekuatan model AI berbasis cloud yang lebih matang untuk tugas-tugas yang lebih berat, seperti pembuatan gambar atau penulisan esai kompleks. Di sinilah peran Gemini menjadi krusial.
“Apple menyadari bahwa mereka sedikit tertinggal dalam perlombaan AI generatif berbasis cloud,” sebut laporan tersebut. “Menggandeng Google adalah jalan pintas yang pragmatis untuk segera menghadirkan fitur-fitur canggih kepada pengguna tanpa harus membangun semuanya dari nol.”
Baca Juga : Segera Meluncur! Inilah Deretan Fitur Baru iOS 26 yang Wajib Kamu Coba
Kemenangan Strategis Google dan Potensi Sorotan Regulator
Bagi Google, kesepakatan ini merupakan kemenangan besar. Integrasi Gemini ke dalam ratusan juta perangkat Apple tidak hanya akan memperluas jangkauan teknologinya secara masif, tetapi juga menjadi validasi atas keunggulan model AI mereka.
Namun, kolaborasi ini hampir pasti akan mengundang sorotan tajam dari regulator anti-monopoli di berbagai negara.
Kemitraan yang membuat Siri pakai Gemini ini dapat memperkuat dominasi kedua perusahaan di pasar teknologi masing-masing—Apple di perangkat keras dan Google di AI dan pencarian.
Hubungan ini melanjutkan pola “frenemy” (teman sekaligus musuh) di antara keduanya, mirip dengan kesepakatan miliaran dolar yang dibayarkan Google setiap tahun agar tetap menjadi mesin pencari default di peramban Safari milik Apple.
Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Apple maupun Google belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.
Para pengamat industri kini menantikan pengumuman resmi dalam acara peluncuran produk Apple berikutnya, yang diperkirakan akan menjadi panggung utama untuk memperkenalkan era baru Siri yang didukung oleh kecerdasan buatan dari rival terbesarnya.
Keputusan final soal Siri pakai Gemini akan menentukan lanskap persaingan AI di tahun-tahun mendatang.
***






