Singkatnya: Lebih dari selusin aplikasi tiruan yang mencatut nama Sora dan Sora 2 lolos ke App Store tak lama setelah OpenAI meluncurkan aplikasi resminya pada akhir September 2025. Aplikasi tiruan ini diperkirakan diunduh sekitar 300.000 kali dan meraup lebih dari 160.000 dolar AS, sementara Apple telah menghapus sebagian namun beberapa masih bisa ditemukan.
SANEPO – Popularitas fenomenal aplikasi video AI Sora besutan OpenAI dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab dengan maraknya aplikasi Sora palsu di Apple App Store.
Aplikasi tiruan ini dilaporkan telah diunduh ratusan ribu kali dan berhasil meraup pendapatan hingga miliaran rupiah dengan mengelabui pengguna dan sistem peninjauan Apple.
Berdasarkan laporan TechCrunch pada Kamis (9/10), lebih dari selusin aplikasi tiruan yang mencatut nama “Sora” bahkan “Sora 2” berhasil lolos dan terdaftar di toko aplikasi resmi Apple tersebut.
Kehadiran aplikasi-aplikasi ini terjadi tak lama setelah OpenAI meluncurkan aplikasi resminya pada akhir September 2025.
Data dari platform intelijen aplikasi Appfigures menunjukkan bahwa beberapa aplikasi ini bukanlah aplikasi baru, melainkan aplikasi lama yang sengaja diubah namanya untuk memanfaatkan lonjakan pencarian kata kunci “Sora“.
Skala Kerugian dan Respons Apple
Secara total, aplikasi-aplikasi tiruan ini, termasuk yang ada di platform Google, diperkirakan telah diunduh sekitar 300.000 kali. Salah satu aplikasi tiruan paling populer, “Sora 2 – AI Video Generator”, bahkan mencatatkan lebih dari 50.000 unduhan sejak Sora versi resmi diluncurkan.
Dilansir dari Antara News, seluruh aplikasi Sora palsu tersebut diperkirakan telah menghasilkan pendapatan gabungan lebih dari 160.000 dolar AS atau setara Rp2,6 miliar.
BACA JUGA : Cara Buat Foto AI: 7 Metode Rahasia Hasilkan Gambar Spektakuler!
Angka ini sangat kontras dengan aplikasi resmi Sora dari OpenAI yang telah mencapai satu juta pengunduhan.
Meskipun Apple telah menghapus sebagian dari aplikasi peniru tersebut, beberapa di antaranya dilaporkan masih dapat ditemukan di App Store.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Apple mengenai tindak lanjut terhadap lolosnya aplikasi Sora palsu yang merugikan pengguna tersebut.
Bagaimana Aplikasi Palsu Ini Bekerja
Menurut laporan yang dikutip artikel ini, beberapa aplikasi tiruan bukanlah aplikasi baru, melainkan aplikasi lama yang sengaja diubah namanya untuk memanfaatkan lonjakan pencarian kata kunci Sora. Cara ini membuat aplikasi tersebut lolos dari sistem peninjauan Apple dan tampil di toko aplikasi resmi, padahal bukan buatan OpenAI.
Cara Membedakan Aplikasi Sora Asli dan Palsu
Periksa nama pengembang di halaman toko aplikasi, pastikan pengembangnya adalah OpenAI, bukan nama yang mirip-mirip. Periksa juga jumlah unduhan dan ulasan, karena aplikasi resmi Sora telah mencapai satu juta pengunduhan menurut artikel ini, jauh di atas tiruannya. Waspadai aplikasi yang meminta langganan berbayar mahal di muka atau izin akses berlebihan yang tidak berhubungan dengan pembuatan video.
Yang Harus Dilakukan Bila Sudah Mengunduh
Hapus aplikasi tiruan dari perangkat, periksa langganan aktif di pengaturan toko aplikasi dan batalkan bila ada tagihan yang tidak dikenal, dan ganti kata sandi bila kamu sempat memasukkan data akun ke dalamnya. Laporkan aplikasi tersebut lewat tombol laporkan di halaman toko aplikasi agar tidak semakin banyak korban.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Berapa banyak aplikasi Sora palsu yang ditemukan? Lebih dari selusin menurut laporan TechCrunch yang dikutip artikel ini. Berapa kerugiannya? Sekitar 300.000 unduhan dan pendapatan gabungan lebih dari 160.000 dolar AS atau setara Rp2,6 miliar. Apakah Apple sudah bertindak? Apple telah menghapus sebagian aplikasi peniru, namun beberapa dilaporkan masih bisa ditemukan dan belum ada pernyataan resmi Apple saat berita ini diturunkan.












