SANEPO – Ekspektasi terhadap ponsel lipat perdana Apple semakin memanas setelah sebuah laporan terbaru mengungkap adanya perubahan strategi signifikan.
Perangkat yang santer disebut sebagai iPhone Fold itu kini dilaporkan akan memiliki layar lebih besar dan jadwal produksinya diundur ke akhir 2026, mengindikasikan posisinya sebagai produk “ultra-high-end” di atas seri Pro Max.
Kabar terbaru ini datang dari catatan investasi analis Haitong International Securities, Jeff Pu, yang dilansir oleh 9to5Mac pada Selasa (2/9/2025).
Menurut Pu, Apple telah merevisi rencana internalnya untuk perangkat lipat tersebut. Ukuran layar yang sebelumnya dirumorkan seluas 7,6 inci, kini diperkirakan akan diperbesar menjadi 7,9 inci saat dibuka.
Perubahan ini disertai dengan penyesuaian jadwal produksi massal. Jika sebelumnya diperkirakan akan dimulai pada akhir 2025 atau awal 2026, kini target tersebut bergeser ke akhir tahun 2026.
Hal ini menguatkan spekulasi bahwa peluncuran komersialnya baru akan terjadi setelahnya, kemungkinan besar pada awal 2027.
Diposisikan Sebagai Produk Ultra-Mewah
Jeff Pu secara spesifik menyebutkan bahwa iPhone Fold akan menargetkan segmen pasar “ultra-high-end”, sebuah strata baru yang diposisikan lebih tinggi dari model iPhone termahal saat ini, yaitu iPhone Pro Max.
Langkah ini menandakan Apple tidak hanya ingin masuk ke pasar ponsel lipat, tetapi juga menciptakan kategori produk yang lebih premium dengan harga yang diperkirakan akan sangat tinggi.
“Kami melihat visibilitas yang meningkat pada perangkat lipat Apple dari hasil pengecekan rantai pasokan kami,” tulis Pu dalam laporannya. “Perangkat ini akan menciptakan jajaran produk baru bagi Apple di segmen ultra-mewah.”
Desain yang diusung dilaporkan akan bergaya fold-out atau melipat ke luar, mirip dengan kompetitor seperti Samsung Galaxy Z Fold dan Google Pixel Fold, yang memungkinkan perangkat berfungsi layaknya tablet kecil saat layarnya dibentangkan.
Konteks Pasar dan Strategi Khas Apple
Penundaan peluncuran iPhone Fold ini sejalan dengan strategi khas Apple: tidak menjadi yang pertama masuk ke pasar, tetapi berusaha menghadirkan produk yang lebih matang dan superior saat diluncurkan.
Pasar ponsel lipat saat ini masih didominasi oleh Samsung, dan Apple tampaknya memanfaatkan waktu ekstra untuk menyempurnakan teknologi engsel, daya tahan layar, dan pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Prediksi dari analis lain, seperti Ming-Chi Kuo dan data dari JPMorgan, juga menempatkan tahun 2026 sebagai periode krusial bagi debut iPhone Fold.
Mereka memproyeksikan bahwa kehadiran Apple akan menjadi katalisator yang signifikan bagi pertumbuhan pasar ponsel lipat secara global, meskipun dengan harga jual yang premium, diperkirakan bisa mencapai di atas $2.000 AS.
Dengan spesifikasi yang terus ditingkatkan dan jadwal yang disesuaikan, publik kini menanti gebrakan apa yang akan ditawarkan Apple untuk mendefinisikan ulang kategori ponsel lipat.












